Sabtu, 30 April 2011

Manusia-Beruang 'Rebutan' Rumah 32.000 Tahun Lalu

Washington – Studi mengungkap, sekitar 32.000 tahun silam, manusia prasejarah bersaing dengan beruang demi mendapat tempat tinggal. Seperti apa?
http://static.inilah.com/data/berita/foto/1463822.jpg
Studi manusia gua juga memberi pencerahan pada seni zaman gua yang menggambarkan binatang-binatang besar dan kemudian beruang punah. Petunjuk misteri ini berasal dari 30-32 ribu tahun lalu.

Saat itu, manusia dan beruang hidup di dua gua Prancis dan menciptakan pertarungan manusia-beruang. “Manusia paleolitik terbiasa membunuh binatang besar selama perburuan mereka, jadi mereka bisa dengan muda membunuh beruang gua,” ungkap penulis studi Celine Bon.

Genetik menunjukkan, kebanyakan beruang gua adalah vegetarian, “Mereka menjadi ganas jika ada yang menganggu mereka selama hibernasi atau mereka merasa takut,” lanjut Bon yang juga peneliti di Institute of Bology and Technology di Saclay, Perancis.

Di kondisi seperti itu, beruang bisa sangat berbahaya karena ukuran besar dan cakar serta gigi tajamnya. Melalui analisa DNA, diketahui populasi beruang gua sangat kecil dan terisolasi, dan kemungkinan beruang mati tak lama setelah manusia muncul.

“Data kami menunjukkan, populasi kecil beruang di gua dikuasai manusia,” tambahnya. Bon dan rekan berharap, studi lebih lanjut bisa memberi kepastian kapan beruang-beruang ini punah.

Studi ini diterbitkan di Journal of Archeological Science.

teknologi.inilah.com

Perangi Ancaman Internet, ICANN Sewa Hacker

San Fransisco – Regulator internet internasional Internet Corporation for Assigned Names and Numbers (ICANN) menyewa hacker (peretas) Jeff Moss guna menyelesaikan masalah keamanan internet.
http://static.inilah.com/data/berita/foto/1466982.jpg















Moss yang juga dikenal Dark Tangent ini merupakan pendiri konferensi keamanan komputer Black Hat serta perkumpulan peretas populer, DefCon, yang diselenggarakan tiap tahun Las Vegas, Amerika Serikat (AS).

Namun kini, Moss bertugas sebagai vice presidentsekaligus Chief Security Officer ICANN.

“Saya tak bisa mendapat calon lain yang berpemahaman lebih baik mengenai ancaman keamanan yang mengintai pengguna internet serta mengetahui cara terbaik menjaga diri di internet selain Jeff Moss,” papar Chief Executive ICANN Rod Beckstrom.

Moss memiliki pengetahuan mendalam mengenai praktek hacking guna melawan ancaman cyber, lanjut Beckstrom. Seperti dikutip Straits Times, Moss menjadi peretas selama lebih dari 20 tahun dan ia berharap bisa memanfaatkan ilmunya untuk kepentingan ICANN.

“Saya tak sabar membagi keahlian saya untuk ICANN. Saya bertugas mengkoordinasi sistem pemberian alamat internet global. Artinya, saya memiliki posisi sebagai pemimpin dalam mengidentifikasi dan menangani ancaman online pada dua miliar sistem nama domain pengguna internet yang berisiko di seluruh dunia,” tutupnya.

teknologi.inilah.com

Keruntuhan Ekosistem Bisa Diprediksi

 Wisconsin – Ilmuwan Amerika Serikat (AS) mengawasi danau terpencil di Wisconsin dan menemukan tanda-tanda jelas runtuhnya ekosistem perairan danau. Seperti apa?
http://static.inilah.com/data/berita/foto/1467372.jpg
Peneliti University of Wisconsin-Madison (UW-Madison) mengatakan, bukti eksperimental pertama adanya perubahan radikal pada ekosistem dapat di deteksi. Hal ini bisa dimanfaatkan untuk mencegah bencana ekologi.

“Untuk waktu lama, ahli ekologi mengira perubahan ini tak bisa diprediksi,” kata ahli ekologi sekaligus profesor zoologi UW-Madison Stephen Carpenter. Namun kini, tanda-tanda itu bisa diramalkan, lanjutnya.

“Peringatan dininya jelas. Ini merupakan sinyal kuat”. Selama tiga tahun, semua bahan kimia, tanda-tanda vital biologis dan fisik danau terus dipantau sembari memanipulasi biota guna melacak perubahan yang disebut ‘pergeseran rezim,’ tempat ekosistem mengalami perubahan cepat secara radikal.

Melalui pemantauan tepat, peneliti mengatakan, mungkin untuk melacak tanda-tanda vital tiap ekosistem dan campur tangan yang terjadi guna mencegah kerusakan permanen lingkungan.

“Pergeseran rezim cenderung sulit dibalikkan,” kata Carpenter.

teknologi.inilah.com

Otak Burung Kota Lebih Besar

http://media.vivanews.com/thumbs2/2011/04/30/110024_burung-kota-memiliki-otak-yang-lebih-besar-dibanding-burung-desa-_300_225.jpgSekelompok peneliti asal Swedia dan Spanyol yang dipimpin oleh pakar biologi Alexei Maklakov, melakukan survei terhadap 82 spesies burung gereja, termasuk burung pipit serta jenis burung lain yang umum bertengger di 12 kota besar di kawasan Eropa tengah.
Mereka kemudian membagi burung-burung itu ke dalam kelompok yang lahir dan besar di perkotaan serta mereka yang besar di kawasan pinggiran. Kemudian peneliti membandingkan ukuran otak kedua kelompok burung itu.
Hasilnya, seperti dimuat di jurnal Biology Letters, burung yang hidup di kota besar memiliki otak yang lebih besar dibanding burung sejenis yang tinggal di pedesaan.
Peneliti memperkirakan, burung membutuhkan otak yang lebih besar dibanding burung-burung di kawasan lain agar mampu bertahan dalam lingkungan perkotaan yang penuh tantangan.
“Ini merupakan pertama kali ukuran otak diketahui menjadi faktor utama keberhasilan seekor hewan bertahan dalam lingkungan tempat tinggalnya,” kata Maklakov, seperti dikutip dari Earthweek, 30 April 2011.

Namun demikian, tetap ada beberapa pengecualian. “Beberapa jenis spesies burung berotak kecil cukup beruntung karena tetap mampu bertahan hidup di kawasan perkotaan yang dekat dengan habitat asli mereka,” ucapnya.

Dalam laporannya, para peneliti juga menyebutkan, pemerintah kota yang ingin mengundang burung-burung liar untuk tinggal di kotanya perlu membuat kawasan mereka semirip mungkin dengan habitat asli para burung.

vivanews.com

Jumat, 29 April 2011

Mantan Hacker Jadi 'Polisi Internet'

(Ilustrasi: Google image) 
SAN FRANCISCO - Regulator internet internasional (ICANN) menunjuk mantan hacker Jeff Moss untuk menangani masalah keamanan dunia maya.

Moss, yang dulu dikenal sebagai Dark Tangent, adalah pendiri konferensi keamanan komputer Black Hat serta event perkumpulan hacker populer, DefCon, yang biasa dihelat setiap tahunnya di Las Vegas.

Namun mulai hari ini, Moss akan menjalankan pekerjaan barunya sebagai Vice President sekaligus Chief Security Officer untuk ICANN (Internet Corporation for Assigned Names and Numbers).

"Saya tidak bisa memikirkan calon yang memiliki pemahaman lebih baik mengenai ancaman keamanan yang membayangi para pengguna internet serta mengetahui cara terbaik menjaga diri mereka di dunia maya selain Jeff Moss," ujar Chief Executive ICANN Rod Beckstrom.

"Moss memiliki pengetahuan mendalam (tentang hacker) untuk memerangi pertarungan melawan ancaman cyber," lanjut Beckstrom sebagaimana dikutip Straits Times, Jumat (29/4/2011).

Menjadi 'hacker' selama lebih dari 20 tahun, Moss berharap bisa memanfaatkan ilmunya untuk kepentingan ICANN.
 
"Saya tidak sabar memberikan keahlian saya untuk ICANN. Peran saya untuk mengkoordinasi sistem pemberian alamat internet global artinya saya memiliki posisi menjadi pemimpin dalam mengidentifikasi serta menangani ancaman online terhadap Sistem Nama Domain yang berisiko sekira 2 miliar pengguna internet seluruh dunia," tutup Beckstorm.
okezone.com 

AS Siap Luncurkan Toko Aplikasi Khusus Tentara

http://i.okezone.com/content/2011/04/29/325/451352/m68myN7AOG.jpg WASHINGTON - Angkatan bersenjata Amerika Serikat berencana meluncurkan toko aplikasinya sendiri sehingga tentara mereka bisa mengunduh software ke komputer maupun ponsel mereka.
 
Toko aplikasi itu, Army Marketplace, rencananya bakal diluncurkan Agustus mendatang dengan berbagai pilihan aplikasi termasuk petunjuk latihan dan perangkat produktivitas. Aplikasi-aplikasi ini diharapkan bisa membantu para tentara memetakan suatu daerah, mengetahui lokasi rekan mereka serta menerjemahkan bahasa asing.
 
"Proses penciptaan perangkat lunak untuk angkatan bersenjata ini sangat panjang dan sulit. Itulah cara kami mengerjakan sesuatu. Tapi pengembangan aplikasi harus dilakukan secepatnya," cetus Letkol Gregory Motes selaku kepala proyek aplikasi mobile kepada Wired, Jumat (29/4/2011).
 
Wired mensinyalir jika Army Marketplace akan menggunakan server Departemen Pertahanan dan hanya bisa diakses oleh anggota komunitas itu.
 
Army Marketplace rencananya bakal menyediakan aplikasi untuk ponsel Android dan iPhone, meski pemerintah AS sendiri belum menentukan perangkat mobile mana yang dinilai aman untuk mengakses jaringan mereka. US National Institute of Standards and Technology kabarnya sudah mulai menyiapkan sertifikat untuk iPhone, namun tetap membutuhkan waktu lama untuk menyelesaikannya.
 
Sementara, belum ada handset Android yang memulai proses itu.
okezone.com 

Bintang Tercepat di Jagad Raya

http://media.vivanews.com/thumbs2/2011/04/28/109822_spinstars--bintang-berkecepatan-rotasi-tercepat-di-jagad-raya_300_225.jpgIni adalah bintang-bintang tercepat di jagad raya. Para peneliti memanggilnya sebagai Bintang Putar atau Spinstars. Putaran rotasi mereka mencapai lebih dari sejuta mil per jam atau 1,6 juta km per jam.
Menurut para peneliti dari Institute for Astrophysics dari Potsdam, Jerman, bintang ini terbentuk 13,7 miliar tahun lalu setelah dentuman besar dan pernah menjadi bintang yang sangat besar.
Bahkan ukuran massanya sampai delapan kali lebih besar daripada massa matahari kita. Namun, karena bintang raksasa yang terbuat dari gas hidrogen dan helium ini memiliki masa hidup yang singkat, ia mati muda.
Dalam sebuah laporan yang dimuat di jurnal Nature, Dr Christina Chiappini dan koleganya dari Insitute for Astrophysics di Postdam, memanfaatkan teleskop European Southern Observatory Very Large Telescope di Chile untuk mempelajari komposisi kimia dari beberapa bintang tua di galaksi Bima Sakti.
Mereka mempelajari rasio elemen kimia yang ada pada kluster bintang NGC-6522. Kluster bintang ini dipilih karena mereka cukup tua untuk membentuk unsur kimia asli seperti yang dihasilkan oleh bintang yang hadir pada generasi pertama.
Selanjutnya, Chiapini berkesimpulan bahwa bintang-bintang generasi pertama ini sangat masif dan berotasi dengan kecepatan yang sangat tinggi untuk mencapai derajat pencampuran elemen sehingga mereka bisa memproduksi elemen yang lebih berat.
Kalkulasi mereka mengindikasikan bahwa bintang-bintang generasi pertama ini berotasi kencang dengan kecepatan 500 kilometer per detik - atau 250 kali lebih tinggi daripada kecepatan matahari kita. Tak heran bila kemudian mereka menamakan bintang ini sebagai 'Spinstars'.
Seperti dilansir oleh situs berita ABC, Professor Mike Bessell dari Observatorium Mount Stromlo, milik Australian National University, paper Chiapini menjelaskan betapa pentingnya putaran atau rotasi pada bintang-bintang awal untuk memproduksi elemen-elemen seperti yang kemudian ditemukan di bintang-bintag generasi belakangan.
Selain konveksi yang dihasilkan dalam sebuah bintang menyebabkan adanya pencampuran, rotasi yang cepat menolong elemen-elemen yang baru terbentuk dan muncul di permukaan.
"Rotasi menolong bintang ini untuk memproduksi unsur Neon-22 dari Karbon pada pusat bintang. Unsur itu kemudian memungkinkan terbentuknya unsur yang lebih tinggi di bintang-bintang kita, yang secara normal hanya terjadi pada bintang-bintang bermassa rendah," kata Bessell.
Bessell menambahkan, unsur-unsur yang lebih berat terbentuk sangat awal di jagad raya ini, menyediakan bibit-bibit untuk terbentuknya hal-hal lain, belakangan.
"Ini memberikan kita pilihan lain untuk terciptanya unsur utama seperti nitrogen dan seluruh unsur yang lebih berat seperti timah dan seng. Semua unsur itu kita pikir belum akan tercipta, hingga lama sesudah itu."

vivanews.com