Minggu, 01 Mei 2011

China Akhir 2011 Luncurkan Stasiun Antariksa

http://media.vivanews.com/thumbs2/2011/04/27/109770_ilustrasi-stasiun-luar-angkasa-china--tiangong-1_300_225.jpg Pemerintah China mengungkapkan rencana pembangunan stasiun luar angkasa barunya yang akan berada di luar atmosfir selama lebih dari 10 tahun. Stasiun luar angkasa ini nantinya akan menjalankan misi penelitian di berbagai bidang.

Dilansir dari laman The Guardian dan dikutip dari kantor berita China, Xinhua, Selasa, 26 April 2011, stasiun luar angkasa yang memiliki berat 60 ton itu terdiri atas modul inti dengan dua unit laboratorium untuk penelitian.
Rencananya, stasiun luar angkasa tersebut akan diluncurkan pada akhir tahun ini, dan dilanjutkan dengan beberapa modul pendukung.

Panjang stasiun luar angkasa ini adalah 18,1 meter dengan diameter 4,2 meter. Sementara itu, modul laboratorium berukuran lebih kecil, yaitu 14,4 meter. Berat dan ukuran stasiun ini lebih kecil dibandingkan stasiun luar angkasa serupa milik negara lain.

"Stasiun seberat 60 ton ini masih lebih kecil jika dibandingkan dengan stasiun luar angkasa internasional, dengan berat 419 ton, dan stasiun luar angkasa Rusia, 137 ton, yang beroperasi antara 1996 sampai 2001," ujar peneliti luar angkasa, Pang Zhihao.

Untuk pengangkutan logistik, China juga akan membuat pesawat kargo luar angkasa seberat 13 ton dengan panjang 3,35 meter.

Profesor Jiang Guiha, dari Pusat Pelatihan dan Riset Astronot China, mengatakan bahwa stasiun baru ini akan bertahan selama sekitar sepuluh tahun di luar angkasa dan akan diawaki oleh tiga orang astronot. Mereka akan melakukan penelitian pada masalah mikrogravitasi, radiasi biologi luar angkasa, dan astronomi.
Proyek stasiun luar angkasa ini diberi nama Tiangong atau 'Istana Surga'. Namun, Wang Wenbao, direktur badan antariksa China ingin agar nama itu diubah menjadi nama yang dipilih masyarakat China.

"Kami rasa sekarang saatnya publik terlibat dalam pemberian nama dan simbol, karena proyek ini akan meningkatkan prestise nasional dan memperkuat rasa kebangsaan dan kebanggaan sebagai bangsa," ujarnya.

Proyek ini adalah satu lagi bukti kompetisi China dalam industri luar angkasa dengan berbagai negara maju lainnya, di antaranya Rusia dan Amerika Serikat. China menargetkan dalam dua tahun ke depan akan dapat mendaratkan astronotnya ke bulan dan sebelum 2025 akan membuat pos luar angkasa di bulan.

vivanews.com

Terungkap Rahasia Bunglon Berubah Warna

Jakarta – Banyak orang meyakini bunglon berubah warna untuk menyatu dengan lingkungan sekitarnya. Nyatanya, terdapat fungsi lain yang tak diketahui orang. Apa itu?
http://static.inilah.com/data/berita/foto/1469592.jpg
Kemampuan berubah warna atau kamuflase alami pada bunglon membuat hewan ini mampu menghadapi dan menyesuaikan diri terhadap beberapa kondisi. Namun sebenarnya, fungsi utama dari perubahan warna ini adalah, untuk memperingatkan tetangga-tetangganya akan keberadaan bahaya yang mengintai.

Sebagian besar bunglon dan beberapa spesies anole dan kadal gecko mampu mengubah warna kulit mereka pada titik tertentu. Diperkirakan terdapat lebih dari 160 spesies bunglon di dunia.

Namun, tak semua bunglon tersebut mampu mengubah coraknya menjadi brilian. Banyak spesies bunglon, seperti Namaqua dan Brygoo hanya bisa berubah dari coklat atau abu-abu menjadi hijau dan kembali lagi.

Bunglon mengubah coraknya dalam jangkauan warna yang dimiliki pada spesiesnya yang telah berevolusi. Perubahan ini meliputi semua warna, mulai dari warna biru air laut hingga pink pucat.

Bahkan, terkadang terdapat beberapa bunglon yang bisa berubah warna menjadi berpola garis-garis dan titik-titik. Perubahan warna pada beberapa spesies bunglon lain terbatas hanya pada warna-warna tertentu, seperti merah, kuning dan hijau.

Kadal yang mampu berubah warna memiliki kulit terluar yang berwarna transparan dan beberapa lapis kulit di bawahnya. Lapisan-lapisan ini berisi sel yang terkait erat satu sama lain yang disebut chromatophores.

Lapisan ini memantulkan cahaya dan dipenuhi melamin pigmen alami. Ketika kadal mengalami perubahan pada suhu tubuh, suasana hati atau tingkat tekanan, sinyal neurotransmitter tertentu pada sel chromatophores berkontraksi dan meregang.

Kecepatan kadal mengubah warnanya juga beragam. Namun, perubahan warna ini berada “Di bawah kondisi yang tepat dan berlangsung selama beberapa detik,” ungkap kepala fakultas biologi University of Texas Jonathan A. Campbell dan peneliti herpetologi atau studi amfibi dan reptil.

“Terkadang, saat perubahan suhu di lingkungan terjadi dengan sangat lambat, perubahan warna pada bunglon juga akan makin lambat”. Misalnya, ketika matahari terbit setelah malam yang dingin, chromatophores normal bunglon yang berwarna coklat muda akan meregang.

Peregangan ini akan membuat kulit bunglon memiliki warna yang lebih coklat tua yang lebih padat yang mampu menyerap cahaya dan menghangatkan tubuh kadal tersebut. Jika kadal merasa kepanasan setelah ‘berjemur’ di matahari siang, chromatophores gelap hewan ini akan berkontraksi.

Alhasil, pigmen coklat kulit bunglon akan memudar dan membuat bunglon memiliki warna yang lebih cerah untuk memantulkan sinar matahari yang mengenai kulitnya. Perubahan warna ini juga tak semata untuk menyesuaikan pada lingkungan.

Perubahan warna ini juga memiliki fungsi untuk menjadi salah satu cara berkomunikasi hewan ini. Bunglon jantan di beberapa spesies akan mengubah warnanya ketika sedang bersiap-siap untuk berkelahi, ungkap Campbell .

Misalnya, ketika bunglon harimau kumbang yang biasanya memiliki warna biru atau hijau dengan garis horisontal berwarna putih menjadi marah atau merasa terancam, chromatophores merah hewan ini akan meregang sepenuhnya.

Hal ini akan menghalangi warna hijau dan biru pada lapisan kulit dibawahnya. Warna merah menyala pada bunglon berfungsi sebagai peringatan bagi bunglon lain agar menjauh darinya.

Bunglon juga menggunakan warna untuk menyiarkan ‘ketersediaan’ seksualnya. Bunglon harimau kumbang jantan akan mencari pasangannya dengan memamerkan warna-warni perpaduan biru, hijau, oranye, kuning, merah dan putih untuk memikat bunglon betina.

Bunglon harimau kumbang betina yang umumnya berwarna coklat muda dengan aksen pink atau koral berubah menjadi coklat gelap atau hitam bergaris oranye ketika sedang hamil. Perubahan warna ini guna mengirimkan sinyal pada pejantan bahwa betina ini sedang tak tertarik untuk kawin.

teknologi.inilah.com

Online Jadi Indikasi Pelanggaran Hukum?

Canberra - Studi psikologi baru mengungkapkan, orang yang senang mengakses internet bisa jadi merupakan pribadi antisosial. Pribadi ini berpotensi melakukan pelanggaran hukum.
http://static.inilah.com/data/berita/foto/1470442.jpg
Menurut survei pengguna internet yang dipresentasikan di Australian National University, meski pengguna internet reguler lebih peduli pada politik, pandangan mereka pada masyarakat lebih ‘gelap’ dibanding pengguna lain.

Survei mengungkapkan, pengguna internet reguler merupakan pengakses internet lebih dari sekali tiap harinya. Dibanding pengguna yang jarang online, 38% pengguna internet merasa menaati peraturan dan regulasi merupakan hal penting.

Kelompok pengguna ini dinilai sulit menerima norma tradisional kemasyarakatan, termasuk menaati peraturan atau aktif di kegiatan organisasi. Meski begitu, survei itu bertentangan dengan pendapat peneliti Juliet Pietsch.

Pietsch mengatakan, internet sebenarnya tak membuat orang bersikap antisosial. Pietsch mengklaim, lebih dari 70% pengguna internet reguler merasa sangat penting membantu orang-orang yang kurang beruntung dibanding mereka.

Pietsch juga mengatakan, pengguna yang lebih sering mengakses internet lebih mengetahui situasi politik dibanding mereka yang jarang online.

teknologi.inilah.com

Cara Hindari Kesalahan Manusia di Pusat Data

Risiko yang timbul akibat kesalahan manusia di pusat data bisa terjadi kapan saja. Aturan dan kebijakan memasuki pusat data harus dipertegas guna mencegah kesalahan. Berikut tipsnya.
http://static.inilah.com/data/berita/foto/1470452.jpg 

“Pusat data seperti makhluk hidup yang tumbuh dan berkembang,” ujar Director of Power Technical Support for Emerson Networ Power Ahmad Moshiro pada INILAH.COM.
Tak diragukan, faktor kesalahan manusia di pusat data bisa menyebabkan terhentinya proses kerja yang cukup besar. Berikut langkah sederhana menghindarinya.
Memberi tanda pada tombol emergency off
Di pusat data, tombol emergency off biasa terletak dekat pintu. Tombol ini sering tak diberi tanda dan bisa tertekan secara tak sengaja. Hal ini mengakibatkan matinya daya di seluruh pusat data. Ketidaksengajaan ini bisa dihindari dengan melabeli dan memberi pelindung pada tombol.
Metode pendokumentasian prosedur
Prosedur pendokumentasian bertahap dan berorientasi bisa mengurangi atau menghilangkan risiko terkait performa pemeliharaan. Jangan batasi prosedur pada satu vendor, dan pastikan rencana cadangan jika ada kejadian tak diinginkan.
Pelabelan komponen yang benar
Jika perangkat pelindung, seperti pemutus sirkuit, tak dilabel dengan benar, hal ini bisa berdampak langsung pada pemuatan pusat data.
Untuk mengoperasikan yang benar dan aman, tombol harus dilabel dengan tepat, termasuk diagram one-line. Prosedur pelabelan perangkat harus benar.
Pengoperasian sistem secara konsisten
Seringkali, para manajer pusat data merasa terlalu nyaman mengoperasikan sistem. Alhasil, kadang mereka tak mengikuti prosedur. Sangat penting memastikan semua prosedur operasional up to date dan mengikuti instruksi pengoperasian sistem.
Pelatihan pegawai tanpa henti
Pastikan semua individu yang memiliki akses ke pusat data, termasuk pegawai TI, personel darurat, keamanan dan pegawai pusat data, memiliki pengetahuan dasar perlengkapan yang ada agar mereka tak mematikan perlengkapan secara tak sengaja.
Kebijakan akses aman
Perusahaan yang tak memiliki kebijakan akses aman ke pusat data, rentan pembobolan keamanan. Kebijakan keamanan yang mengharuskan tiap tamu didampingi petugas, memungkinkan manajer pusat data mengetahui siapa saja yang masuk dan keluar pusat data.
Penegakan kebijakan makanan/minuman
Zat cair berisiko tinggi menyebabkabn korslet di komponen penting komputer. Cara terbaik mengomunikasikan kebijakan ini dengan menempelkan kebijakan itu pada pintu masuk dan menekankan pentingnya penegakan kebijakan tersebut.
Menghindari kontaminan
Tak menjaga kualitas kebersihan udara ruangan bisa menyebabkan partikel debu masuk dalam server dan infrastruktur TI lainnya. Masalah ini bisa diatasi dengan memastikan semua personil yang masuk pusat data memakai sepatu boot anti statis, atau meletakkan keset di pintu luar pusat data.
Termasuk peralatan pengemasan dan pembongkaran di luar pusat data. Peralatan bergerak di dalam pusat data meningkatkan kemungkinan adanya serabut dari kotak pengepakan yang menyelip di rak server dan infrastruktur TI lainnya.

teknologi.inilah.com

Melongok Lebih Jauh Stasiun Antariksa China

http://media.vivanews.com/thumbs2/2011/04/27/109770_ilustrasi-stasiun-luar-angkasa-china--tiangong-1_300_225.jpgKini China terbukti tak cuma jago membuat ponsel atau mobil yang menyerupai ponsel atau kendaraan besutan industri negara barat.
Rencana negara tirai bambu itu untuk mewujudkan stasiun luar angkasa sendiri, merupakan fase penting pencapaian China sebagai salah satu negara kuat yang tak bisa dipandang remeh.
Kendati stasiun antariksa China nanti ukurannya akan lebih kecil daripada stasiun luar angkasa internasional (ISS), namun tingkat kesulitan pembuatan modul stasiun antariksa ini lebih tinggi ketimbang sebuah modul tunggal.
"Ini adalah stasiun luar angkasa multi modul ketiga di dunia, yang biasanya membutuhkan teknologi yang lebih rumit ketimbang teknologi modul tunggal," ujar Pang Zhihao, seorang ilmuwan dan Deputy Editor-in-Chief majalah bulanan Space International, seperti dikutip dari situs China Daily.
Stasiun luar angkasa internasional sendiri merupakan proyek gabungan yang dijalankan oleh 16 negara di dunia, termasuk AS, Rusia, Jepang, negara-negara Uni Eropa, Kanada, dan Brasil. Sementara stasiun antariksa China nanti merupakan proyek negara mereka secara mandiri.
Rencananya, stasiun antariksa yang akan kelar pada 2020 itu akan terdiri dari tiga buah kapsul, dan sebuah pesawat kargo luar angkasa yang akan membawa perlengkapan dari bumi. Stasiun antariksa itu akan memiliki bobot sekitar 60 ton (lebih kecil dari ISS yang berbobot 419 ton atau MIR yang beratnya 137 ton).
Modul utama stasiun antariksa ini panjangnya 18,1 meter, dengan diameter maksimum 4,2 meter, dan bobot antara 20-22 ton, akan diluncurkan lebih dulu. Sementara, dua modul eksperimen di kanan-kiri, akan memiliki panjang masing-masong 14,4 meter dengan diameter yang sama dengan modul utama.
Countdown begins for space station program
Adapun pesawat kargonya, memiliki diameter maksimal 3,35 meter dan bobot kurang dari 13 ton, digunakan untuk membawa berbagai perlengkapan dan fasilitas lab dari bumi ke stasiun luar atau sebaliknya.
Sebagai salah satu kebanggaan nasional, rakyat China diminta memberikan saran nama untuk stasiun luar angkasa ini, tiga buah modulnya, maupun simbol program penerbangan luar angkasa berawak ini.
Saran nama bisa dikirimkan melalui situs web www.cmse.gov.cn atau e-mail kongjianzhan@vip.qq.com, hingga 25 Juli nanti.
Hasilnya akan ditentukan sebelum akhir September. Namun saran untuk nama pesawat kargo luar angkasanya, sebaiknya segera dikirimkan sebelum 20 Mei 2011, karena hasilnya akan diumumkan pada akhir Juni.  Sebab, kelihatannya pesawat kargo ini akan dipersiapkan lebih dulu.

vivanews.com

Voyager Siap Masuki Ruang Antar Bintang

http://media.vivanews.com/thumbs2/2010/12/14/101448_ilustrasi-satelit-voyager-1-berada-di-pinggir-tata-surya_300_225.jpgSetelah lebih dari 30 tahun meninggalkan Bumi, dua satelit kembar Voyager milik NASA kini sudah tiba di ujung tata surya. Kedua satelit yang misi utamanya sebenarnya telah berakhir pada tahun 1980 dan 1989 lalu itu, kini siap memasuki ruang antar bintang (interstellar space).

“Sangat luar biasa,” kata Ed Stone, Voyager Project Scientist asal California Institute of Technology yang telah memantau misi Voyager sejak tahun 1972, seperti dikutip dari Cosmosmagazine, 2 Mei 2011. “Selama ini, Voyager 1 dan 2 selalu menghasilkan penemuan baru. Setiap temuan mengubah cara pandang kita terhadap dunia lain,” ucapnya.

Sejumlah temuan yang diungkapkan oleh Voyager adalah ditemukannya gunung berapi di Io dan bukti-bukti adanya samudera di bawah permukaan es bulan Europa (keduanya milik planet Jupiter) adanya hujan metana di Titan (bulan milik Saturnus), kutub magnet yang aneh milik Uranus dan Neptunus, air mancur mengandung es di Triton, bulan milik Neptunus, serta angin planet yang bertiup makin kencang ketika planet menjauh dari matahari.

Tidak ada yang mengetahui pasti berapa jarak yang harus ditempuh Voyager untuk tiba di ruang antar bintang. Namun sejumlah peneliti yakin bahwa ujung tata surya sudah dekat.

“Ketebalan heliosheath (kawasan di heliosphere di posisi setelah titik termination shock di mana kecepatan angin turun ke bawah kecepatan suara) diperkirakan mencapai 4,8 sampai 6,5 juta kilometer,” kata Stone. “Artinya, Voyager akan keluar dari tata surya dalam 5 tahun ke depan,” ucapnya.

Untungnya, masih ada cukup energi untuk melakukan perjalanan tersebut. Kedua satelit Voyager masih mendapatkan pasokan daya dari peluruhan panas radioaktif dari Plutonium 238. “Baterai” tersebut diperkirakan cukup untuk menyediakan energi setidaknya hingga tahun 2020. Setelah itu, kata Stone, Voyager akan menjadi planet Bumi di antara bintang-bintang.

Sebagai informasi, setiap satelit Voyager dilengkapi dengan Golden Record, sebuah rekaman fonograf tembaga berlapis emas. Rekaman itu mengandung 118 foto planet Bumi, rekaman musik terbaik dunia berdurasi 90 menit, esai audio yang terdiri dari berbagai suara yang ada di Bumi mulai dari letupan lumpur, gonggongan anjing, sampai suara keberangkatan roket Saturn 5, salam perkenalan dari 55 bahasa manusia, sebuah bahasa ikan paus, skema gelombang otak dari wanita yang sedang jatuh cinta, dan sambutan dari Kurt Waldheim, Sekjen PBB ketika itu.

“Miliaran tahun dari sekarang, saat planet Bumi dan benua yang ada sudah berubah total, ketika seluruh spesies makhluk hidup telah bermutasi atau punah, rekaman Voyager akan tetap ‘berbicara’ untuk kita,” sebut pesan di rekaman Voyager.

Namun, sejumlah pengamat menyebutkan, kemungkinan alien menemukan Golden Record itu sangatlah kecil. Pasalnya, satelit Voyager tidak akan mencapai jarak beberapa tahun cahaya dari bintang lain hingga 40 ribu tahun mendatang.

vivanews.com

Ditemukan, Virus untuk Optimalkan Sel Surya

http://media.vivanews.com/thumbs2/2011/05/02/110070_virus-berhasil-mengoptimalkan-efisiensi-sel-surya_300_225.jpgPeneliti asal Massachusetts Institute of Technology (MIT) berhasil menemukan cara untuk meningkatkan efisiensi proses konversi sinar matahari menjadi energi secara signifikan.

Caranya, mereka menggunakan virus untuk melakukan proses perakitan di tingkat mikroskopik. Adapun “pekerjaan” yang dilakukan virus itu antara lain adalah berinteraksi dengan karbon nanotube.

Tabung nano karbon, seperti diketahui sebalumnya, menawarkan potensi perbaikan teknologi, khususnya di bidang penyimpanan energi seperti sel bahan bakar dan thermocell.

Pada kasus panel surya, MIT menyebutkan, rongga silinder berukuran mikroskopik yang terdiri dari karbon murni ternyata apat meningkatkan efisiensi dari pengumpulan elektron dari permukaan sel surya. Namun demikian, peneliti menghadapi sejumlah tantangan saat berurusan dengan nanotube.

Masalah pertama, pembuatan nanotube karbon umumnya menghasilkan dua jenis nanotube. Sebagian bersifat seperti semikonduktor yang kadang memungkinkan listrik mengalir, dan kadang tidak. Ini merupakan tipe yang menguntungkan karena bisa meningkatkan performa sel surya.

Jenis kedua yang dihasilkan memiliki bersifat seperti logam yang berfungsi seperti kabel. Selalu memungkinkan listrik mengalir. Ini justru mengurangi performa produk panel surya yang dihasilkan.

Masalah kedua, nanotube juga cenderung mengumpul. Ini juga menurunkan tingkat efektivitasnya. Di sinilah virus berguna.

Peneliti MIT mendapati bahwa sebuah versi virus yang sudah dimodifikasi secara genetik, yang disebut M13 yang umumnya menginfeksi bakteria, bisa digunakan untuk mengontrol susunan nanotube pada permukaan, membuat tabung-tabung itu tetap terpisah sehingga tidak menimbulkan arus pendek serta menjaga tabung-tabung itu tetap berjauhan agar tidak saling menempel.

Menurut Angela Belcher, Professor of Energy dari MIT yang mengetuai penelitian, proses ini hanya menambahkan satu langkah sederhana pada proses pembuatan sel surya. “Proses ini juga tidak sulit untuk diadaptasi oleh fasilitas produksi yang ada saat ini,” ucap Belcher, seperti dikutip dari Earth Techling, 2 Mei 2011.

Belcher menyebutkan, sistem yang ditelitinya diuji dan menggunakan sel surya dari jenis yang disebut dengan sel surya peka warna (dye-sensitized). Namun, timnya yakin bahwa teknik ini juga bisa diaplikasikan pada sel surya tipe lain.

Dalam uji coba, mereka berhasil meningkatkan efisiensi konversi energi dari 8 persen menjadi 10,6 persen. Artinya, menggunakan teknik ini, peningkatan sekitar 32 persen atau nyaris satu per tiga kali lipat berhasil diraih.

vivanews.com